Terakhir pake Motorola tahun 2003-2004, layarnya monokrom backlight kuning. Pas launching G45 di Indonesia, gw udah tertarik mau coba brand ini & katanya mirip android stock; bloatware minim. Setelah cek & ricek beberapa tipe, gw pilih Moto G55 aja beli di AliExpress. Ada 5 alasannya:
1. Desainnya sekilas gak beda dengan G45; backdoor plastik motif kulit jeruk tapi di Moto G55 dengan pilihan warnanya lebih mature. Gw ambil Smoky Green. Kamera utama 50 MP & kamera sekunder ultrawide 8 MP (kalo adiknya itu macro 2 MP).
2. Mengutip gsmarena, resolusi layarnya juga lebih tinggi dari G45. Dilapisi Corning Gorilla Glass 5, aman jatuh di ketinggian 1,2 m. Sekaligus higher resistance terhadap goresan, begitu tertera di web resmi Corning. Udah terpasang antigores bawaan sama seperti hp China lainnya.

3. Awalnya tertarik seri di atasnya; layar lengkung & China version. Ada di platform lain dari Official Store, udah tanya apa bisa di install Google Playstore tapi Seller jawab gak yakin. Cuma bilang mestinya bisa karna Motorola Lenovo itu produk global. Gw skip dulu aja.
4. Setelah order dikonfirmasi, Seller baru bilang kalo ini sebenarnya China ROM yang di flash jadi Global ROM. Ada keterbatasan dukungan pada aplikasi perbankan. Padahal di deskripsi tertulis versi global aja lho. Telat bacanya & keburu dikirim. Ya udah, terima nasib.

5. Masih ada jack 3.5 mm & Dolby Atmos. Subjektif aja tapi 2 fitur ini bikin gw mikir ini hp spesial amat ya di rentang entry level (kebetulan gw dapat kupon diskon jadi hanya $136).
Sejauh ini gw pake Moto G55 untuk non-transaksional. Kalau nanti install aplikasi keuangan, bakal gw update lagi gimana security patch sekaligus durability-nya. Apakah tahan banting (literally) sama seperti Motorola yang dulu? Berhubung gw juga lumayan sering jatuhin hp 😅







Leave a comment